Rabu, 10 November 2010

Kakek Bejad Perkosa Bocah 7 Tahun Berulang-ulang



Sungguh bejat perbuatan Martin (66), seorang tukang pijat. Martin tega memperkosa N, anak tetangganya yang masih berumur 7 tahun.

"Saya sendiri nggak tahu. Kok anak saya ini setiap buang air kecil selalu mengeluh sakit dan perih," ujar ayah angkat N, Herman (56) saat berbincang-bincang dengan detikcom, Jl R Sanim, Tanah Baru, Beji, Depok, Sabtu (13/2/2010).

Karena tak mengerti apa yang dirasakan N, Herman meminta ibu dari teman N untuk mengorek lebih detil tentang rasa sakit N. Dari ibu teman N tersebut, Herman akhirnya mengetahui kalau tetangganya itu memperkosa anaknya.

"Ibunya teman N yang bilang Martin itu sudah perkosa anak saya," kata Herman dengan kesal.

Herman merupakan pensiunan karyawan PT Telkom. Herman hanya tinggal berdua dengan anak angkat N serta cucunya Farrel. Istri Herman sudah meninggal kurang lebih 1 tahun karena kanker yang menggerogoti tubuhnya. Sedangkan Martin kondisi matanya sudah agak rabun.

Setelah mendengarkan cerita ibu teman N, Herman tak langsung lapor polisi. Herman berniat menghakimi sendiri Martin. Herman pun bercerita kepada para tetangga. Tetangga menyarankan agar Herman lapor polisi saja.

"Saya nggak mau dia divonis. Saya mau siangin dia kayak ikan terus saya mau buang dia di Serpong," katanya.

Atas anjuran tetangga, Herman akhirnya melapor ke Polsek Beji, Depok. Dari Polsek, Herman disuruh melapor ke Polres Depok. Dari situ, salah seorang penyidik menyuruh Herman agar melakukan visum terhadap anaknya N.

"Kata dokter ini (selaput N) sudah gede, sudah licin. Dia juga jadi keputihan," jelasnya.

Herman hingga kini masih menunggu hasil visum dokter secara tertulis.
(gus/nik/DETIK.COM)
 
 PENGAKUAN N BOCAH 7 TAHUN YANG DIPERKOSA:
N, bocah 7 tahun mengaku sudah 4 kali diperkosa Martin (66). N diperkosa di rumah kontrakan Martin saat ayah angkatnya, Herman, membeli lauk.

"Sudah 4 kali (diperkosa)," kata N saat berbincang-bincang dengan detikcom di rumahnya, Jl R Sanim, Tanah Baru, Beji, Depok, Sabtu (13/2/2010).

N mengaku, Martin memaksanya berhubungan intim di rumah kontrakan Martin yang hanya berselang 4 rumah dari N. Kejadian itu berlangsung pada Desember 2009 lalu. Kejadian pertama, saat Herman menitipkan N ke Martin karena hendak membeli lauk makan siang.

"Waktu papa lagi beli makan, saya dipaksa sama dia. Saya juga nggak dijanjikan dibeliin apa-apa, cuma dipaksa ke dalam. Farel (cucu Herman) diusir Martin, disuruh keluar dari rumahnya," jelasnya.

Setelah melakukan perbuatan bejatnya, Martin mengancam N agar tak memberitahukan kelakuannya kepada Herman. Hingga 4 kali perkosaan, N tak berani menceritakan kejadian sebenarnya pada Herman.

"Sudah bilang papa kalau sakit. Tapi papa nggak tahu," ungkapnya.

Kini N merasa ketakutan jika mendengar sebutan Opa Martin, nama yang sering dipanggil N kepada Martin. Namun N masih bisa bermain seperti biasa.

"Masih takut. Tapi masih bisa main-main. Cuma hari ini nggak ke sekolah. Masih ngantuk," imbuh N dengan polos.

N masih duduk di kelas 1 SD. Kedua orang tua N sudah meninggal dunia. N dirawat oleh Herman yang merupakan saudara dari ibu kandungnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar