Selasa, 12 Oktober 2010

BUMIKU MAKIN PANAS

Ir. BAMBANG SUKMADJI — Sun, 09/05/2010 - 01:50

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif";}

Sikap hidup manusia (life-style ) modern memiliki ciri yang specifik dalam pemenuhan  kebutuhanya , yang cenderung  serba instan, praktis dan murah. Sikap hidup yang  demikian telah  menjadikan Bumi yang  kita tempati menjadi musuh kita sendiri,   setelah berjuta tahun lamanya bumi menjadi sahabat setia  species manusia dan organisma lainnya.  Setelah manusia merasakan berbagai macam kerusakan alam ( Global Warming,  El Nino , La Nina  dsb  ). Barulah manusia mulai berpikir untuk menyelamatkan bumi ini.

Tepat di Bulan Pebruari  2007, dua tahun yang lalu,  para ilmuwan yang  bernaung  di  bawah  bendera Persatuan Bangsa Bangsa telah melaporkan  bahwa pemanasan global telah melanda Bumi dan akan terus berlanjut sepanjang abad ini.  Di dalam laporan tersebut juga telah disebutkan bahwa pemanasan global yang terjadi   90  %  disebabkan   karena ulah manusia.  Keputusan tersebut juga telah disepakati oleh banyak ilmuwan lainnya yang tergabung di luar forum tersebut  dan telah  mengindikasikan dampak pemanasan global  terhadap bumi di masa mendatang. 

Hal ini disebabkan karena  daya dukung alam ( sustain ability )  telah terancam dengan adanya  laju pencemaran  dan kerusakan lingkungan,   pengambilan sumber daya alam yang menunjukan skala dil luar takaran umum.   Ditambah lagi dengan timbulnya pencemaran udara,   pengumpulan dan penyebaran zat buang yang beracun,  kerusakan dan penebangan hutan, tanah dan air,  kerusakan lapisan ozon, emisi gas rumah kaca yang mengancam hidup manusia dan ribuan species organisma lainnya,  kelestarian alam dengan keanekaragaman hayati  serta kelestarian alam  sebagai warisan  generasi mendatang.

  • Emisi  Gas      

Senyawa kimia yang berupa gas dan terperangkap dan menghangatkan   atmosfer disebut dengan gas rumah kaca. Berikut ini akan kami kemukakan pembahasan emisi gas rumah kaca yang terdapat di atmosfir bumi dan pergerakan dari gas- gas itu. Beberapa gas rumah kaca seperti CO 2      terdapat secara alami  di atmosfir karena teremisikan oleh proses alam dan aktifitas manusia. 

Sedangkan gas lain yang terakumuls di di  atmosfer akibat ulah manusia , adalah:. Karbon Monoksida  (C O )  . Ambang batas di atmosfer yang ditentukan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan kita adalah  15.000 μ m /  m 3. Selanjutnya  gas Metana  (CH4 ) dan Nitrogen Okseda   (N20) . Ambang batas gas Nitrogen Okseda   di atmosfer yang ditentukan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan  kita adalah  316    μ m /  m 3.  Masih ada lagi gas yang mengancam kita, yaitu Gas  Flour,  gas Flour   mampu mengikis lapisan Ozon. Gas ini diemisikan dalam jumlah yang sedikit, tetap sangat berpotensi besar dalam  efek rumah kaca. Oleh karena itu gas-gas tersebut disebut sebagai senyawa penyebab pemanasan  global yang potensil. 

  • Pengukuran Gas  Rumah Kaca

Pengukuran gas rumah kaca adalah kegiatan yang menyangkut penghitungan jumlah gas yang diemisi atau dipindahkan ke atau dari atmosfer dalam jangka waktu tertentu  ( biasanya per tahun ). Dalam kegiatan pengukuran ini juga mencakup masalah informasi dan aktifitas yang menyangkut emisi atau perpindahan ke dan dari atmosfer. Pengamatlingkungan hidup perlu melakukan pengukuran gas rumah kaca untuk mengukur tingkat emisi dan untuk menentukan kebijakan dalam hal penanggulangan efek rumah kaca.

Aspek yang sangat mendasari pengukuran ini adalah untuk menentukan himbauaan kepada umat manusia dalam mengkonsumsi BBM. Karena terdapat kecenderungan semakin meningkatnya laju perekonomian global, maka semakin meningkat penggunaan BBM dan batubara.

Pengukuran  gas rumah kaca  di Negara Paman Sam perlu  kita contoh, guna monitoring emisi gas yang merusak lingkungan hidup tanah air kita.  Pengukuran in dilakukan oleh lembaga research yang dinamakan The Fourth U.S. Climate Action Report da telah malaporkan bahwa sejak  tahun  1990 – 2004 di  AS emisi karbon dioksida meningkat sebanyak 20 %,  tetapi emisi Metana dan Nitrogen Oksida turun dari 10 % menjadi 2 %.  Penurunan emisi Metana belakangan ini berkurang karena perkembangan diversifikasi tekhnologi dan perubahan berbagai kebijakan.

Namun demikian telah diasumsikan bahwa emisi gas akan terus bertambah di masa depan. Peningkatan tersebut bisa diatasi dengan penggunaan sumber energi yang baru ,  penerapan tekhnologi yang bersih dan perubahan lainnya. Mengapa pemanasan global begitu penting dibicarakan oleh para ahli lingkungan hidup sedunia.  Hal ini disebabkan pemanasan global lebih banyak berdampak negatif ketimbang dampak positifnya.

Dampak negatif yang dapat  ditimbulkan oleh fenomena tersebut adalah :terjadinya kerusakan sirkulasi air laut, sehingga menimbulkan perubahan cuaca yang sulit dipredeksi, timbulnya gejala kekeringan, menyebabkan perubahan cuaca  yang ekstrim dengan cirri banyak terjadinya badai dan menghilangnya lapisan es  atau glaciers. Sehingga menyebabkan naiknya permukaan air laut. Dampak yang paling menyengsarakan umat manusia dan organisma lainnya adalah kenaikan  temperatur atmosfer bumi akibat pekatnya atmosfer dengan gas buang tersebut.

§  Jarak Maahari dan Bumi

Meskipun demikian pengaruh  jarak matahari bumi dalam batas minimum karea lintasan orbit bumi adalah berbentuk elip, tidak pernah mengancam kehidupan organima. Bentuk elip orbit bumi berevolusi, akan membawa specifikasi pasa jarak yang bervariasi menurut posisi bumi sepanjang lintasannya tersebut. Kadang bumi berjarak minimal dan maksimal terhadap matahari. Jarak terdekat antara bumi ke matahari yaitu perhelion adalah 147 juta km, terjadi setiap awal Januari. Jarak terjauhnya, aphelion, pada jarak 152 juta km terjadi setiap awal Juli.(
Profesor Riset dan Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin,2010).

Sehingga panasnya temperature atmosfer pada bulan April –Mei ini, semata buka karena pengaruah jarak ke dua benda angkasa tersebut. Tetapi karena pada musim peralihan seperti sekarang tidak bertiup angin muson, tetapi hanya angin local yang tidak mampu mendinginkan suhu atmosfer.

Oleh :  Ir. Bambang Sukmadji  Guru  MA  Futuhiyyah 1   Mranggen  Demak

1 komentar:

  1. Mba Aprilia, saya Bambang Sukmadji Penulis naskah Bumiku Maki Panas, terimakasih atas perhatian sama naskah kami, dan minta ijin ya tak sharing ke fb...SALAM SUKSES SELALU

    BalasHapus